Alderfang

Alderfang

Action RPG isometrik dengan loot di hutan Samogar, tahun 1236

Diorama isometrik hutan Samogar pada malam hari: benteng kayu bundar di atas gundukan dengan api unggun, pohon alder hitam raksasa, rawa berjalan papan di kanan, dan tenda putih ordo di kiri bawah.

Hutan Samogar belum pernah ditebang, dan tahun ini ia menggigit balik.

PC, early access Februari 2027

Daftar early access

Arahkan kursor atau tekan Tab ke tiga benda yang bersinar di papanKetuk tiga benda yang bersinar di papan

Samogar, tahun 1236

Hari keempat, bulan pertama pengepungan

Kami tiba di tepi Samogar dengan empat ratus tombak, enam puluh kuda, serta perintah untuk membuka jalan sampai ke danau di jantung hutan. Pohonnya terlalu rapat untuk kereta, jadi para penebang mulai bekerja sejak fajar. Menjelang tengah hari dua dari mereka hilang di antara akar.

Hari kesembilan

Penduduk hutan tidak pernah menyerang dari depan. Mereka menunggu di benteng kayu di atas gundukan, di rawa, di lingkar pohon tempat orang mati mereka dikubur. Malam ini tanah di kuburan itu bergerak.

Hari keempat belas

Sesuatu tumbuh dari medan perang lama, berbatang hitam dan terbelah seperti rahang, dan warga hutan menyebutnya Alderfang. Komandan menyuruhku menulis bahwa itu hanya pohon. Aku menulisnya.

Vytane Orlis, perempuan pembuat panah dengan bulu angsa di mulut dan seikat batang panah di lengan.

Vytane Orlis

41 tahun, pembuat panah

Setiap panah yang keluar dari pondoknya diberi nama, yang semuanya masih ia ingat.

Kestas Varnas, pendeta hutan berjanggut kelabu dengan tongkat ek, satu tangan menekan dada.

Kestas Varnas

55 tahun, pendeta hutan

Tiga puluh tahun ia memimpin doa di lingkar pohon, dan sejak Alderfang tumbuh ia tidak yakin lagi siapa yang menjawab.

Neringa Dubrava, perempuan muda berkepang dua dalam tunik linen sandera, satu tangan terangkat sedang bicara.

Neringa Dubrava

23 tahun, juru bicara sandera

Ordo menahannya sebagai jaminan, jadi ia belajar bahasa mereka lebih cepat daripada siapa pun di perkemahan.

Buka peti

Ada 160 benda unik di Samogar, tersebar di 12 set dan tiga jenis kerusakan: kayu, kulit, besi. Lima peti di meja ini diambil dari tempat yang berbeda, masing-masing menyimpan satu benda dengan ceritanya sendiri.

Peti masih tertutup, pilih satu untuk melihat isinya

Panah kiri dan kanan berpindah peti, Enter membukanyaKetuk satu peti untuk membukanya

Lima kelas

Setiap kelas memegang satu elemen utama tetapi bisa memakai benda dari dua elemen lain, sehingga satu set bisa dimainkan dengan cara lain oleh tiap kelas.

Figur Pathwarden berbulu serigala dengan tombak pendek dan perisai anyaman, di atas alas kayu ukir.

Pathwarden

Tombak dan perisai anyam, elemen kulit

Memasang jerat di jalur musuh, lalu menyerang dari sisi yang tidak dijaga.

Figur Signalhorn berjanggut kepang meniup tanduk aurochs, genderang kecil di punggung.

Signalhorn

Tanduk dan genderang, elemen kayu

Tiupan tanduknya memanggil pemanah dari balik pinus dan kawanan gagak dari langit.

Figur Axebearer, perempuan berbaju sisik besi rawa dengan kapak bergagang panjang di bahu.

Axebearer

Kapak panjang, elemen besi

Maju paling depan dan memakai besi ordo untuk melawan pemiliknya sendiri.

Figur Amber Seer berjubah linen dengan tongkat bertatah damar dan liontin damar yang menyala.

Amber Seer

Tongkat damar, elemen kayu

Membekukan musuh di dalam damar dan bisa melihat letak peti yang belum kamu temukan.

Figur Hedgewitch bertudung lumut dengan topeng kulit birch, tongkat kait berbenalu, dan seikat ramuan.

Hedgewitch

Tongkat kait dan ramuan, elemen kulit

Mengutuk musuh dan menyembuhkan kawan, lalu bertanya kepada pohon yang masih mau menjawab.

Empat babak

Setiap babak membuka satu bagian hutan dan berakhir di depan pohon yang sudah terlalu lama marah.

Tiga benteng kayu di atas gundukan yang disambung jalan balok di antara pinus, satu menara terbakar, dan tunggul raksasa berlengan akar di lingkar tengah.

Babak satu

Palisade Rings

Bos pohon: The Hollow Warden

Tiga benteng kayu disambung jalan balok di antara pinus, ordo menyerbu dari parit, lalu tunggul di tengah lingkar utama bangun saat menara pertama terbakar dan apinya menjalar ke atap.

Tombak pendek berujung pancang pagar yang diikat kawat besi.
Stakeheart Spearbenda khas
Rawa hitam dengan jalan papan dan pondok panggung, dua kereta ordo tenggelam separuh, dan pohon dedalu berambut alang-alang bangkit dari kolam.

Babak dua

Mirewater

Bos pohon: Sedge Widow

Rawa hitam, jalan papan, kereta perbekalan ordo yang tenggelam separuh. Pohon dedalu di kolam terdalam mengangkat lengannya kalau ada yang terlalu lama diam di jembatan.

Cincin besi rawa bermata damar hijau kehitaman.
Peatlight Ringbenda khas
Perkemahan ordo dengan barisan tenda putih, menara kepung, dan trebuset, mengelilingi pohon linden yang dirantai dan terbakar di tengah.

Babak tiga

White Camp

Bos pohon: The Chained Lime

Perkemahan ordo dengan barisan tenda putih yang rapi, menara kepung, serta sebatang pohon linden yang dirantai lalu dibakar karena warga hutan berdoa di bawahnya. Rantainya mulai putus.

Pedang panjang bergagang pucat yang dililit akar alder hitam.
Knightroot Swordbenda khas
Medan kuburan perang dengan gundukan tanah dan tombak tumbang, batang alder hitam raksasa terbelah seperti taring, dan jalan obor di antaranya.

Babak empat

Grave Grove

Bos pohon: The First Fang

Di medan perang lama ini kedua pihak pernah mengubur orang matinya, dan sekarang Alderfang tumbuh paling rapat di sini, sampai ksatria dan warga hutan kadang bertarung berdampingan melawan akarnya.

Perisai bundar berlapis kulit birch dengan bos besi.
Barrowbark Shieldbenda khas
Pohon alder hitam raksasa yang batangnya terbelah menjadi rahang bertaring kayu, getahnya menyala seperti bara, dengan lima pahlawan kecil di kakinya dan lingkar obor di sekeliling.

The First Fang

Alder terbesar di Samogar tumbuh dari kuburan perang yang tidak dicatat siapa pun, batangnya terbelah jadi rahang, getahnya menyala seperti bara, dan ia menyerang kedua pihak tanpa pilih kasih.

Tempat
Grave Grove
Fase
Tiga
Elemen
Kayu, kulit, besi bergantian

Kronik Juru Tulis, Bulan Ketiga

Ditulis oleh Ebert Vahl, juru tulis Linen Order, di perkemahan selatan Samogar.

Hari pertama bulan ketiga

Komandan memintaku berhenti menulis tentang pohon di kuburan itu. Ia ingin catatan tentang jalan yang dibuka, benteng yang direbut, sandera yang diterima, karena hanya itu yang akan dibaca orang di selatan. Aku menulis semuanya karena itu tugasku, tetapi malam ini aku tidak bisa tidur.

Hari ketujuh

Neringa Dubrava datang ke tenda komandan dengan tangan terikat lalu bicara selama satu jam dalam bahasa kami dengan suara datar. Ia menyebut nama ksatria yang hilang di Grave Grove satu per satu, lengkap dengan hari hilangnya, seolah membaca dari buku yang sama denganku.

Hari kedua belas

Tiga regu pergi ke rawa pada pagi buta. Satu kembali.

Hari kedua puluh

Aku melihat pendeta mereka di tepi lingkar pohon, sendirian dan tanpa tongkat, diam seperti orang yang menunggu jawaban. Wajahnya sama dengan wajahku setiap kali membaca ulang kronik ini: wajah orang yang tidak lagi yakin kepada siapa ia harus melapor.

Catatan ini tidak akan kukirim ke selatan.

Early access, Februari 2027

Early access dibuka di PC dengan dua babak pertama, tiga kelas, serta kira-kira separuh dari 160 benda unik, lalu babak tiga dan empat menyusul selama masa early access berjalan.

Daftar early access

Trailer Alderfang

Buka di YouTube